Header Ads

Ricky Elson Part 1



Berteman dengan sosok inspirator anak muda Indonesia Ricky Elson (33 tahun) di Facebook sungguh banyak manfaatnya. Status-status mulai dari kesehariannya sekarang di workshop pelatihan cara-cara membuat pembangkit listrik tenaga angin menggunakan teknologi ramah lingkungan di Ciheras, tasikmalaya hingga kisah kucing kesayangannya si cemonk selalu menginsipirasi.

Ricky Elson memang bukan sosok yang sudah tak asing lagi dikalangan anak muda Indonesia. Kalaupun ada diantara pembaca yang belum mengenalnya bisa baca sedikit tentangnya di wikipedia Indonesia atau bisa langsung meminta berteman dengan beliau di facebook di akun beliau : Ricky Elson. Ya, beliau adalah “Putra Petir” yang ditemukan Menteri BUMN fenomenal Dahlan Iskan, beliaulah pencipta “Selo” Mobil Listrik Nasional !

Selain pencipta dan pengembang mobil listrik nasional, Ricky Elson selama di Jepang juga telah menemukan 14 teori tentang motor listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Beliau juga adalah kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, japan.Dan masih banyak lagi prestasi Ricky Elson lainnya yang luar biasa, sehingga wajar Dahlan Iskan memintanya pulang ke Indonesia.


Putra Minangkabau ini, yang dipercaya Dahlan Iskan sebagai Pelaksana penugasan proyek pengembangan teknologi mobil listrik nasional, juga sedang aktif melakukan penelitian di ciheras tasikmalaya mengenai pembangkit listrik tenaga angin. Bahkan kini kincir angin hasil rancangan beliau tersebut kini menjadi yang terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak. Luar biasa!


Selo Mobil Listrik Karya Ricky Elson di Jalanan Jakarta (Sumber. Akun Facebook icky Elson)


Yang lebih luar biasa lagi, beliau rela ikhlas meninggalkan Jepang dengan segala falisitas dan income yang beliau dapatkan disana, untuk hidup sederhana di desa kecil ciheras dengan kehidupan ala kadarnya sambil membimbing banyak mahasiswa-mahasiswa dan anak-anak muda yang ingin belajar bersama beliau di sana. Bahkan beliau juga kabarnya rela berjauhan sementara dengan istri tercinta beliau demi cita-cita beliau mengujudkan pembangkit listrik murah dan ramah lingkungan untuk Indonesia.

Ricky Elson hidup sederhana dengan mahasiswa bimbingannya di ciheras 
(Sumber. akun facebook Ricky Elson)

Kincir Angin merah putih (sumber Akun facebook Ricky Elson)

Pengorbanan Ricky Elson dengan meninggalkan kehidupan yang nyaman berkumpul bersama istri tercinta, punya pekerjaan yang mapan di Jepang, dan segala macamnya untuk sebuah cita-cita untuk kemaslahatan Ibu pertiwi memang sudah jarang kita temukan disaat sekarang ini. Disaat orang-orang sibuk dengan kekuasaan, jabatan, kursi empuk dewan perwakilan rakyat dan segala macamnya, beliau rela hidup di kesunyian alam pedesaan ciheras.

Kemaren, ditengah beliau sedang semangat-semangatnya menularkan ilmunya untuk anak-anak muda Indonesia, beliau menuliskan status yang cukup menarik perhatian, status beliau adalah sebagai berikut:
Galau tingkat tinggi,dari semalam dan barusan di Tel beberapa Pimpinan Pershn di Jpn, “udah cukup main2 di Indonesianya” diminta (diperintahkan) balik ke Jepang lagi , akhir April ini, kembali sebagai Engineer for R&D electric motor and applications lagi.ditutup dengan “Sangat banyak yg bisa anda kerjakan disini” …
Heeemmmmh.
Bagaimana dengan adik2ku di Ciheras ini?

Cerita saya Cerita Ciheras.
2014/4/2
Ya, wajar beliau galau. Secara, beliau masih berstatus karyawan salah satu perusahaan jepang tempat beliau bekerja sebelumnya. Yang barangkali saja segala gaji dan tunjangan lainnya tentunya masih mengalir ke rekening beliau karena begitu banyaknya sumbangsih beliau terhadap perusahaan tersebut. Dan Jepang tentu sangat tidak ingin kehilangan aset berharga tersebut. Apalagi mereka sudah terlalu lama memberi izin “cuti” hampir tiga tahun di Indonesia atas permintaan Dahlan Iskan.

Secara pribadi penulis tentu ingin beliau tetap di Indonesia. Namun, jika melihat perhatian pemerintah terhadap pengembangan teknologi di negeri ini yang sangat memprihatinkan, penulis merasa keputusan kembali ke Jepang tentu juga lebih baik. Tentunya beliau bisa melakukan banyak hal disana dengan berbagai kemudahan yang ada. Beliau tentu tidak akan banyak mengalami kesulitan untuk melakukan penelitian dan menemukan banyak hal untuk kemajuan peradaban.

Sekarang ini memang, hampir seluruh gaji Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN memang disumbangkan untuk penelitian dan pengembangan mobil listrik nasional yang ditugaskan kepada beliau. Tentu itu semua belum cukup. Apalagi untuk kegiatan penelitian pembangkit listrik tenaga angin yang sedang beliau teliti. Lihat saja di status beliau terakhir ini:
2 hari yg lalu saya baru “diberikan” ide oleh NYA,
Hari ini saya digalaukan utk mewujudkannya di Indonesia atau di Jepang,
Sudah dengan keyakinan yg melewati pengujian bahwa
Kincir Angin yg sering saya posting dan telah saya kembangkan 3tahun ini,
Telah menjadi yg terbaik didunia, utk kelas 500 Watt peak.
Walau Generator dan Sistem Charging Controllernya masih
Harus saya produksi dengan bantuan perusahaan saya yg diJepang,
Baling2nya.. hari ini dan kemaren setelah beberapa kali prototipe dari teman2 pengrajin pinus,
Telah membuktikan hasil yg jauh dan jauh lebih bagus dari Air-40 dengan blade Fiber buatan
Perusahaan Southwest Amerika itu( 3kali lipat lebih),
Dengan harga yg 40% lebib murah dibandingan FOB mereka yg $850.

Ya, terbaik didunia, namun masih saja…
Harga itu mahal karna saya harus mengimpor Generator dan Controller ya
Dari perusahaan saya bekerja…
Iyaaa saya tahu kita bisa membuatnya….
Karna keduanya saya yang meran cangnya….
Iyaaa.. saya sudah titipkan dan bocorkan teknologi ini pada sebuah institusi di negri ini,
Dan mereka sudah bisa mengembangkannya.. masih skala prototipe, masih butuh waktu…

Namun rakyat tak bisa menawar waktu,
Mereka ingin segera…
Ingin segera dengan kincir Angin yg murah…
Harus jauh lebih murah dari PLT Surya…
Harus dengan Blade yang murah…
Buatan Indonesia yg berkualitas dan tidak murahan,
Harus dengan generator buatan indonesia yg murah dan berqualitas Jepang.
Harus dengan kontroller indonesia yg berkualitas jepang..
Agar kita bisa bikin segera turbin Angin yg lain,
Agar kita bisa segera mengembangkan pembangkit listrik skala mikro yg lain,
Hingga PLN kita mampu berbenah…
Agar kita bisa segera kembangkan mobil2 listrik yg lain…
Agar adik2yg ingin lomba mobil listrik tak lagi bingung mencari sisa motor listrik bekas ke Glodok..
Semuanya bisa dan pasti bisa insyaAllaah….

Waktu tak mau menunggu saya ada dana riset dulu…
Waktu tak mau menunggu , adik2 engineer muda rela bertahan bersama dengan sekedar uang jajan spt masa kuliah..
Untuk segera bersama berinovasi mengembangkan semua harapan diatas…
Waktu tak mau menunggu….

Kemarin inspirasi baru teknologi kincir Angin yg akan merubah
Paradigmapembangkit listrik skala mikro saya temukan…

Maaf.. telah “dipertemukan dengan saya”…
Bernama “Hexagon-pillar windturbin” (sementara)
Yang akan jauh lebih murah dari segi Cost, dan
Mudah diwujudkan di Indonesia.
Saya harus segera mewujudkannya….disini
Segera…..Semoga Allaah memudahkan,
Dan Semoga teman2 engineer muda yg pernah mengembangkan VAWT…
Bersedia ikut bersama saya mewujudkan ini….
Saya butuh teman2 yg bisa simulasi CFD ( Fluent dll)
Desain diungkapkan di Ciheras atau melalui pertemuan lansung.

Bismillaah.
Salam kebangkitan Renewable Energi
Demi kejayan Negri.

2014/4/2
Ciheras.

Ah, saya sebenarnya ingin marah pada pengelola negri ini! Hal-hal seperti ini selalu tidak mendapatkan perhatian dan terpinggirkan. Anak-anak negeri berpotensi, karya-karya mereka terlalu sering diabaikan. Apakah nasib mobil listrik dan pembangkit listrik tenaga angin ini akan sama nasibnya dengan penemuan pesawat N-250 nya Habiebie dulu dan akhirnya mati muda? Entahlah!

Kepada saudaraku Bung Ricky Elson, teruslah berjuang, kalaupun tidak diterima di negeri ini, berjuanglah di negeri lain! saya masih teringat kata-katamu, ketika mobil listrik Tucuxi yang hampir saja merenggut nyawamu dan Dahlan Iskan, namun malah mendapat cibiran masyarakat, engkau berkata:
Saya heran, mengapa begitu banyak amarah dan penghujat di sekitar kita? Ketika Tuxuci kecelakaan, orang banyak yang menghujat. Meski beberapa juga memberikan dukungan. Namun saya tetap optimis. Pada dasarnya semua hal yang salah bisa diperbaiki. Saya gunakan amarah dan hujatan sebagai daya dorong untuk memperbaiki kesalahan. Lagipula, pesawat tinggal landas dengan cara melawan angin, bukan dengan mengikutinya.
Kalimat yang luar biasa, bung! Doa kami selalu untukmu dan seluruh anak-anak muda potensial yang sering tidak mendapat tempat di negeri ini! Merdeka!


Ricky Elson dan kucing kesayangannya Si Cemonk

Facebook Comment

No comments

Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.